Hidup untuk "Hidup" kata bijak tentang dunia


Secercah Cahaya dibalik Rahasia Hidup
Perlahan namun pasti kita melalui lembaran demi lembaran takdir
Perubahan demi perubahan selalu kita alami, 
Waktu terus bergulir tanpa peduli
Kehidupan kita antara kepastian dan ketidakpastian
Antara tawa dan air mata
Antara suka dan duka 
Antara cinta dan murka
Segalanya telah kita lalui, sedang dan akan kita lalui

Dua hal yang saling bertentangan
Salah satunya akan menemani kita tuk selamanya kelak dinegri akhirat
Karenanya hendak kemana kita akan berlabuh...?!
Apakah kita akan menambatkan bahtera kita di dermaga surga
Negeri yang penuh dengan tawa kebahagiaan, 
Suka riang menuai kemenangan hakiki nan kekal abadi
Cinta dari Allah Rabb Yang senantiasa merawat kita selama ini
SUBHANALLAH, ALLAHUMMA INNA NAS_ALUKA BI WAJHIKA JANNATAL FIRDAUS

Ataukah bahtera kita terdampar di neraka,
Negeri yang penuh air mata penyesalan tiada guna
Duka nestapa merana dalam siksa tuk selama-lamanya
Murka dari Allah Yang Maha Kuasa, karena kedurhakaan kita
hakekat kehidupanNA'UDZU BILLAH MINAN NAAR

Renungkanlah wahai saudaraku,,,
Dan jadilah yang terbaik dalam perlombaan menuju akhirat
Semoga Allah mempertemukan kita semua di surga
Allahumma Amiin


Langkah Awal Merubah Dunia

Dahulu aku bertekad untuk merubah dunia,,,
Setelah lama bergulir,,, ternyata dunia banyak berubah,,,
Akhirnya akupun mempersempit untuk merubah masyarakatku
Akan tetapi perubahan tak kunjung datang
Hingga akupun merubah tekadku,,, untuk merubah keluargaku sendiri
Dan sangat disayangkan, keluarga pun tak mau berubah
Hingga tatkala aku berbaring lemah menunggu datangnya ajal
Akupun sadar,,,ternyata aku salah dalam bercita cita 
Andaikata yang pertama kali kurubah adalah diriku sendiri 
Sehingga akupun bisa menjadi teladan untuk keluargaku 
Dan nantinya bisa merubah dunia...



Kematian Sebagai Nasehat


Ad-Daqqaq berkata dlm At-Tadzkiroh:
Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati
Membuat mata menangis
Memupus kelezatan dan 
Menuntaskan angan-angan



Hakekat Ujian Allah


Ibnul Qoyyim dalam Al-Wabil berkata:
Sesungguhnya Allah menguji hamba-Nya yang beriman bukan untuk mencelakakannya
Tapi untuk menguji kesabarannya dan 'ubudiyahnya kepada Allah 
Dikarenakan Allah berhak untuk diibadahi dalam keadaan lapang 
sebagaimana Dia berhak diibadahi dalam kondisi sempit