Pembagian Jenis Jenis Mimpi [1]


Mimpi Terbagi Menjadi Tiga:

1. MIMPI YANG BENAR


Pemberian dari Allah yang dijalankan melalui malaikat  
“mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah” (HR Muslim)

merupakan mimpinya orang orang mukmin yang jujur  
“Orang yang paling benar mimpinya adalah orang yang paling jujur ucapannya.” (HR. Muslim dan At Tirmidzi)

 dan terkadang terjadi pada orang fasiq atau kafir karena sebuah hikmah yang Allah inginkan
seperti mimpi salah satu pelayan raja pembuat roti yang masuk penjara bersama Nabi yusuf. Demikian juga mimpi sang raja dalam kisah yang sama. Raja tersebut kafir, namun ia bermimpi dengan mimpi yang benar. Hikmahnya adalah untuk mengangkat kedudukan Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Allah subhanahu wa ta’ala hendak memuliakan beliau dengan menakwil mimpi dua pelayan dan sang raja dan menampakkan keilmuan serta keutamaannya, hingga akhirnya beliau dikeluarkan dari penjara dan menjadi petinggi negeri/pejabat negara. (lihat Surat Yusuf: 36-57)

secara umum, mimpi itu tidak terjadi di alam nyata
seperti mimpi bertemu Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam, para nabi, sahabat Rasul atau mimpi melihat surga dan neraka

namun terkadang terjadi di alam nyata sebagai penafsiran dari apa yang dilihat dalam mimpi (memiliki makna yang dita'birkan)
seperti mimpi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum perang Uhud. Beliau mimpi di pedang beliau ada rekahan/retak dan melihat seekor sapi betina disembelih. Ternyata retak pada pedang maksudnya adalah paman beliau Hamzah radhiyallahu ‘anhu akan gugur sebagai syahid. Karena keluarga, kedudukannya seperti pedang dalam pembelaan dan pertolongan yang mereka berikan terhadap dirinya. Sementara sapi betina yang disembelih maksudnya adalah beberapa sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum akan gugur sebagai syuhada. Karena pada sapi betina ada kebaikan yang banyak, demikian pula para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Mereka adalah orang-orang yang berilmu, memberi banyak manfaat pada orang lain dan memiliki banyak amal shalih.

dan terkadang pula terjadi persis seperti yang dilihat dalam mimpi

mimpi jenis ini sebagai kabar gembira
sebagaimana mimpi Nabi Yusuf yang melihat sebelas bintang yang sujud terhadapnya, dan mimpi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang akan dibukanya (ditaklukkannya) kerajaan Persia dan Romawi. 
“Kenabian tak ada lagi selain berita-berita gembira.” Para sahabat bertanya, “Apa yang di maksud dgn kabar-kabar gembira?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Mimpi yang baik.” (HR. Al-Bukhari no. 6990)

atau penjelas dari perkara yang meragukan atau belum ia ketahui
atau peringatan untuk mengerjakan/meninggalkan sesuatu
sebagaimana diriwayatkan dalam Tarikh Baghdad (2/14) dan dinukilkan oleh As-Suyuty dalam Tadribu Ar-Rawy berkata Imam Al-Bukhari: “Aku melihat Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dan seakan-akan aku berdiri di depan beliau dengan membawa kipas, mengipasi Rasulullah, maka aku tanyakan kepada sebagian orang yang mena’birkan mimpi maka berkata dia kepadaku : Engkau akan membersihkan kedustaan atas Rasulullah (dalam hadits-hadits), maka inilah yang mendorongku untuk mengeluarkan kitab Al Jami’ Ash-Shahih. Dan aku tulis kitab ini belasan tahun.”
Semisal dengan ini mimpi yang dilihat Abdullah bin Umar dimana setelah mimpi ini beliau tidak pernah meninggalkan shalat malam 



diambil dari berbagai sumber